Banyak yang Salah Kaprah soal Landing Page dan Website
Di dunia digital, masih banyak orang yang menganggap landing page dan website itu sama. Bahkan, tidak sedikit pebisnis yang berpikir, “Yang penting punya website dulu, nanti juga jalan sendiri.” Padahal kenyataannya, banyak website sudah jadi, desainnya bagus, tapi sepi interaksi, sepi chat, apalagi penjualan.
Masalahnya bukan karena website itu jelek, tapi karena sejak awal salah memilih dan tidak mengetahui perbedaan landing page dan website. Ibaratnya begini: kamu mau jualan cepat, tapi malah bikin toko besar lengkap dengan etalase, katalog, dan profil perusahaan. Sementara yang kamu butuhkan sebenarnya cuma satu meja jualan dengan satu produk unggulan. Di sinilah pentingnya memahami perbedaan landing page dan website.
Landing page dan website punya fungsi yang berbeda. Keduanya sama-sama penting, tapi digunakan di situasi yang tidak sama. Banyak bisnis gagal bukan karena produknya jelek, tapi karena salah pakai “alat digital”. Akhirnya, iklan jalan, traffic masuk, tapi tidak ada hasil yang nyata.
Artikel ini dibuat supaya kamu tidak salah langkah. Kita akan bahas secara santai tapi mendalam tentang perbedaan website dan landing page, mulai dari definisi dasar, fungsi, sampai kapan sebaiknya kamu pakai landing page dan kapan harus bikin website. Jadi, sebelum keluar budget dan waktu, kamu sudah paham betul apa yang paling cocok untuk kebutuhan bisnismu.
Konsultasikan Kebutuhan Pembuatan Landing Page Anda bersama Kreasindo Digital Sekarang!
Apa Itu Landing Page dan Website?
Sebelum membandingkan lebih jauh, kita samakan dulu pemahaman terkait perbedaan landing page dan website ini.
Landing page adalah halaman website yang dibuat khusus untuk satu tujuan tertentu. Biasanya, orang datang ke landing page dari iklan, link promosi, atau campaign tertentu. Landing page tidak punya banyak menu, tidak ke mana-mana, dan fokus mengarahkan pengunjung melakukan satu aksi.
Contoh tujuan landing page:
- Mengisi form
- Klik WhatsApp
- Daftar webinar
- Membeli satu produk
Sementara itu, website adalah kumpulan halaman yang berisi informasi lengkap tentang sebuah bisnis atau brand. Di dalam website biasanya ada halaman:
- Home
- About Us
- Layanan
- Blog
- Kontak
Website berfungsi sebagai “rumah digital” sebuah bisnis. Orang datang ke website untuk mengenal brand, mencari informasi, dan membangun kepercayaan.
Kalau diibaratkan, perbedaan landing page dan website itu seperti:
- Landing page = SPG di pameran yang fokus nawarin satu produk
- Website = toko atau kantor yang isinya lengkap, dari profil sampai layanan
Dari sini saja sudah kelihatan bahwa fungsi keduanya tidak bisa disamakan. Masalahnya, banyak orang masih mengira landing page itu cuma “homepage biasa”, padahal perbedaan landing page dan homepage juga cukup jauh, terutama dari segi tujuan dan struktur.
Perbedaan Landing Page dan Website Secara Umum
Kalau boleh jujur, bagian ini adalah “akar masalah” kenapa banyak bisnis online jalan di tempat. Bukan karena produknya jelek, bukan juga karena iklannya kurang mahal, tapi karena salah pakai media. Ibarat mau mancing ikan, tapi pakai jaring badminton. Nggak salah alatnya, tapi jelas nggak cocok.
Mari kita bahas Perbedaan Lnding Page dan Website secara lebih dalam dan nyata, pakai contoh sehari-hari supaya gampang kebayang.
a. Perbedaan Landing Page dan Website dari Segi Tujuan
Landing page itu dibuat untuk satu tujuan tunggal. Tidak lebih. Tidak bercabang. Tidak multitasking.
Contohnya:
- Tujuannya chat WhatsApp → semua elemen mengarah ke WhatsApp
- Tujuannya isi form → semua cerita diarahkan ke form
- Tujuannya jual satu produk → tidak ada cerita lain di luar produk itu
Sedangkan website punya banyak tujuan sekaligus:
- Mengenalkan brand
- Menjelaskan layanan
- Menampilkan profil perusahaan
- Menyediakan artikel
- Menampilkan kontak
Kalau diibaratkan perbedaan landing page dan website ini adalah:
- Landing page = sales yang fokus menutup penjualan
- Website = customer service + resepsionis + company profile
Masalah muncul ketika orang berharap website bekerja seperti landing page. Itu seperti berharap resepsionis kantor langsung maksa orang beli produk. Nggak nyambung.
Inilah inti dari perbedaan website dan landing page yang sering disalahpahami.
b. Perbedaan Website dengan Landing Page dari Segi Alur Pengunjung
Landing page punya alur yang sangat terkontrol. Pengunjung masuk, membaca dari atas ke bawah, lalu diarahkan ke satu aksi.
Biasanya alurnya seperti ini:
Masalah → Solusi → Manfaat → Bukti → CTA
Website sebaliknya, alurnya bebas. Pengunjung bisa:
- Klik menu ini
- Pindah ke halaman lain
- Baca blog
- Cek profil
- Baru (mungkin) ke kontak
Website cocok untuk orang yang masih “kepo”.
Landing page cocok untuk orang yang sudah “butuh”.
Kalau kamu pasang iklan dan mengarahkannya ke website, itu seperti mengajak orang beli, tapi malah kamu suruh keliling dulu. Banyak yang capek sebelum sampai tujuan.
c. Perbedaan Landing Page dan Website dari Isi Konten
Isi landing page itu tajam, spesifik, dan fokus emosi. Bahas satu masalah yang benar-benar dirasakan audiens.
Contoh kalimat landing page:
“Iklan jalan, tapi WhatsApp masih sepi?”
Sementara isi website biasanya lebih netral dan informatif:
“Kami menyediakan layanan digital marketing untuk membantu bisnis berkembang.”
Dua-duanya benar, tapi fungsinya beda.
Landing page berbicara seperti teman curhat,
Website berbicara seperti perkenalan resmi.
Itulah kenapa dalam konteks perbedaan landing page dan website, landing page cenderung lebih pendek, tapi dampaknya bisa lebih besar.
d. Perbedaan Landing Page dan Website dari Segi Desain & Fokus Visual
Landing page didesain dengan prinsip:
- Mudah dibaca
- Scroll nyaman
- CTA terlihat jelas
- Minim distraksi
Website biasanya:
- Banyak menu
- Banyak halaman
- Banyak link keluar
Landing page itu seperti jalan tol lurus,
Website itu seperti jalan kota dengan banyak persimpangan.
Bukan berarti website buruk, tapi kalau tujuannya cepat sampai, jelas jalan tol lebih efektif.
Kapan Harus Menggunakan Landing Page dan Kapan Harus Website?
Setelah paham perbedaan landing page dan website, pertanyaan selanjutnya bukan “mana yang lebih bagus?”, tapi “mana yang paling cocok dengan kondisi bisnisku saat ini?”
Karena jujur saja, salah pilih di tahap ini bisa bikin:
- Budget iklan bocor
- Waktu terbuang
- Bisnis jalan tapi tidak tumbuh
Mari kita bahas dengan contoh nyata.
Gunakan Landing Page Jika Kondisimu Seperti Ini
Landing page sangat cocok kalau:
- Kamu sedang pasang iklan (Meta Ads, Google Ads)
- Fokus ke satu produk atau satu jasa
- Ingin hasil cepat (leads atau penjualan)
Contoh kasus:
Kamu jual jasa desain logo. Kalau kamu arahkan iklan ke website yang isinya:
- Company profile
- Banyak layanan
- Artikel blog
Pengunjung bisa bingung.
Tapi kalau kamu arahkan ke landing page yang isinya:
“Butuh Logo Profesional? Dapatkan Desain Siap Pakai dalam 7 Hari”
Hasilnya biasanya jauh lebih terasa.
Dalam konteks perbedaan website dengan landing page, landing page itu senjata utama untuk campaign.
Gunakan Website Jika Kondisimu Seperti Ini
Website cocok jika:
- Kamu ingin membangun brand jangka panjang
- Bisnismu punya banyak layanan
- Ingin terlihat profesional dan kredibel
Website itu ibarat rumah utama bisnis. Orang bisa:
- Cek siapa kamu
- Lihat portofolio
- Baca artikel
- Bangun kepercayaan
Tanpa website, bisnis sering terlihat “setengah matang”. Tapi tanpa landing page, website sering jadi “ramai tapi nggak menghasilkan”.
Strategi Ideal: Gabungkan Landing Page dan Website
Strategi paling aman dan banyak dipakai bisnis yang sudah matang adalah:
- Website sebagai pusat brand & kepercayaan
- Landing page sebagai alat jualan
Iklan → Landing Page → Konversi
Branding → Website → Kepercayaan
Dengan memahami perbedaan landing page dan website, kamu tidak lagi berharap satu alat bekerja untuk semua tujuan.
Gunakan Jasa Pembuatan Landing Page & Website Profesional Kreasindo Digital
Meskipun sekarang banyak tools DIY, tidak semua bisnis cocok mengerjakan sendiri. Salah strategi sedikit saja bisa bikin hasil jauh dari harapan.
Di sinilah peran jasa profesional seperti Kreasindo Digital. Mereka tidak cuma bikin tampilan, tapi juga memahami:
- Tujuan bisnis
- Karakter audiens
- Strategi konversi
Baik itu landing page untuk iklan atau website profesional untuk branding, semuanya disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, bukan sekadar “asal jadi”.
Dengan bantuan profesional, kamu bisa memastikan bahwa baik landing page maupun website benar-benar bekerja sesuai fungsinya, bukan cuma terlihat bagus.
Baca Juga : Jasa Pembuatan Landing Page Terbaik di Indonesia
Yuk Gunakan Jasa Pembuatan Landing Page Profesional bersama Kreasindo Digital!
Setelah membaca artikel ini, satu hal penting yang perlu diingat yaitu landing page dan website bukan saingan, tapi pasangan. Keduanya punya peran masing-masing.
Memahami perbedaan landing page dan website akan membantu kamu:
- Tidak salah pilih
- Tidak buang budget
- Tidak kecewa dengan hasil
Kalau tujuanmu cepat dapat leads atau penjualan, landing page adalah jawabannya. Kalau ingin membangun kepercayaan dan brand jangka panjang, website adalah fondasinya.
Dan kalau kamu masih bingung perbedaan landing page dan website atau harus mulai dari mana, konsultasi dengan tim profesional seperti Kreasindo Digital bisa jadi langkah paling aman sebelum mengambil keputusan.
Hubungi Kreasindo Digital sekarang melalui nomor telepon/whatsapp 0819-3323-2425 atau melalui website resmi www.kreasindodigital.com

