Jasa Kelola Media Sosial

Konten kreatif, strategi tepat, dan interaksi pelanggan yang efektif.

Jasa Pembuatan Website

Website profesional, cepat, dan siap pakai.

Jasa Ads Management

Optimasi iklan digital (Meta Ads & Google Ads) untuk menjangkau audiens.

Jasa Desain Grafis

Desain selaras brand untuk semua kebutuhan visual Anda.

8 Kesalahan Pembuatan Landing Page yang Bikin Traffic Tinggi Tapi Tidak Ada Hasil

8 Kesalahan Pembuatan Landing Page yang Bikin Traffic Tinggi Tapi Tidak Ada Hasil

Banyak Landing Page Tidak Capai Tujuan (Meski Traffic Tinggi)

Banyak orang sudah capek-capek pasang iklan, optimasi SEO, bahkan keluar biaya cukup besar buat datengin traffic. Tapi hasilnya nihil. Form nggak keisi, WhatsApp sepi, penjualan nggak gerak. Kalau ini kejadian ke kamu, besar kemungkinan masalahnya bukan di iklan tapi di kesalahan pembuatan landing page.

Landing page itu ibarat kasir di toko. Mau serame apa pun pengunjungnya, kalau kasirnya jutek, alurnya ribet, dan orang nggak paham harus ngapain, ya ujung-ujungnya mereka pergi tanpa beli apa-apa. Di dunia digital, landing page punya peran yang sama pentingnya.

Sayangnya, masih banyak bisnis yang bikin landing page asal jadi. Yang penting ada, yang penting online. Padahal, kesalahan dalam landing page sering kali justru jadi penghambat utama kenapa audiens gagal mencapai tujuan yang kita inginkan.

Konsultasikan Kebutuhan Landing Page Anda bersama Jasa Profesional dari Kreasindo Digital Sekarang!

Kesalahan Pembuatan Landing Page yang Sering Terjadi

Di bagian ini, kita bedah satu per satu kesalahan pembuatan landing page yang paling sering terjadi. Bukan teori ribet, tapi yang benar-benar sering ditemui di lapangan.

1. Memiliki Menu yang Mengganggu Fokus Pengunjung

Salah satu kesalahan pembuatan landing page yang paling sering dilakukan adalah menambahkan terlalu banyak menu dan link. Niat awalnya mungkin baik ingin pengunjung mengenal bisnis lebih dalam. Tapi kenyataannya, ini justru bikin fokus buyar.

Landing page itu berbeda dengan website biasa. Kalau website ibarat mall dengan banyak toko, maka landing page itu seperti satu booth pameran. Di booth, kamu nggak ngajak orang keliling ke mana-mana. Kamu cuma fokus menawarkan satu hal.

Bayangkan kamu masuk ke sebuah toko kecil, tapi di dalamnya ada 10 pintu menuju ruangan lain. Kamu malah bingung, bukan makin yakin beli. Hal yang sama terjadi ketika landing page dipenuhi menu seperti Home, About Us, Blog, Portfolio, dan lain-lain.

Kesalahan pembuatan landing page seperti ini membuat audiens:

  • Tidak fokus ke tujuan utama
  • Pindah halaman sebelum mengambil aksi
  • Kehilangan momentum keputusan

Landing page seharusnya mengarahkan pengunjung tanpa banyak pilihan. Satu halaman, satu tujuan. Mau klik WhatsApp? Ya arahkan ke WhatsApp. Mau isi form? Fokuskan ke situ.

Semakin sedikit distraksi, semakin besar peluang konversi. Jadi, kalau landing page kamu masih punya banyak menu, besar kemungkinan itu adalah Kesalahan dalam Landing Page yang harus segera diperbaiki.

CTA Kreasindo

2. Tidak Responsif untuk Perangkat Mobile dan Tablet

Kesalahan membuat landing page berikutnya yang sering diremehkan adalah tampilan yang tidak ramah mobile. Padahal, mayoritas pengunjung sekarang datang dari HP, bukan laptop.

Landing page yang terlihat rapi di desktop belum tentu nyaman dibaca di layar kecil. Teks bisa kepanjangan, tombol terlalu kecil, form susah diklik, atau bahkan layout berantakan.

Ini ibarat kamu mengundang orang datang ke toko, tapi lorongnya sempit dan pintunya susah dibuka. Orang mungkin tertarik, tapi malas masuk.

Kesalahan pembuatan landing page dari sisi mobile biasanya terjadi karena:

  • Desain dibuat hanya berdasarkan tampilan desktop
  • Tidak dilakukan pengecekan di berbagai ukuran layar
  • Terlalu banyak elemen berat yang bikin loading lambat

Dampak kesalahan pembuatan landing page ini sangat jelas:

  • Bounce rate tinggi
  • Audiens cepat menutup halaman
  • Potensi konversi hilang begitu saja

Landing page yang baik harus nyaman dibaca sambil rebahan, sambil ngopi, atau sambil nunggu antrian. Kalau dari HP saja sudah bikin emosi, audiens nggak akan lanjut.

Makanya, memastikan landing page mobile-friendly bukan bonus, tapi kewajiban. Kalau tidak, itu termasuk kesalahan landing page yang sangat fatal.

3. Struktur Konten yang Tidak Tepat dan Membingungkan

Kesalahan dalam landing page juga sering muncul dari struktur konten yang berantakan. Tidak ada alur cerita yang jelas, informasi lompat-lompat, dan audiens dipaksa mikir sendiri.

Landing page idealnya seperti ngobrol:
Mulai dari masalah → kasih solusi → jelaskan manfaat → yakinkan → ajak bertindak.

Tapi kesalahan pembuatan landing page yang sering terjadi justru sebaliknya. Baru buka halaman, audiens langsung disuruh isi form. Padahal mereka belum tahu:

  1. Ini produk apa?
  2. Cocok untuk siapa?
  3. Kenapa harus percaya?

Ini sama seperti kamu baru kenal orang, lalu langsung ditawari beli tanpa basa-basi. Wajar kalau audiens merasa ragu.

Kesalahan pembuatan landing page dari sisi struktur konten membuat:

  • Pesan utama tidak tersampaikan
  • Audiens cepat kehilangan minat
  • CTA jadi terasa maksa

Struktur yang rapi membantu audiens mengalir secara alami, tanpa dipaksa. Kalau alurnya jelas, audiens akan sampai ke CTA dengan sendirinya.

CTA Kreasindo

4. Headline dan Copywriting yang Kurang Menarik

Headline adalah pintu pertama. Kalau pintunya biasa saja, orang malas masuk. Salah satu kesalahan landing page paling klasik adalah headline yang terlalu umum dan kaku.

Contoh headline yang sering gagal:
“Kami Menyediakan Solusi Digital Terpercaya”

Secara teknis benar, tapi secara emosional kosong. Audiens nggak merasa itu tentang mereka.

Copywriting landing page seharusnya terasa seperti:
“Ini masalah kamu, dan ini solusinya.”

Bahasa terlalu formal justru menciptakan jarak. Audiens sekarang lebih suka bahasa manusia, bukan bahasa proposal.

Kesalahan membuat landing page dari sisi copywriting biasanya terjadi karena:

  • Terlalu fokus ke bisnis, bukan ke audiens
  • Terlalu banyak istilah teknis
  • Kurang memahami masalah target market

Copy yang baik itu bukan pintar-pintaran kata, tapi ngena. Kalau audiens merasa “ini gue banget”, mereka akan lanjut membaca.

5. Call to Action (CTA) yang Lemah atau Tidak Jelas

CTA adalah penutup, tapi justru sering jadi bagian paling lemah. Banyak landing page punya CTA seperti “Klik di sini” tanpa penjelasan.

Ini termasuk kesalahan pembuatan landing page yang sering terjadi karena audiens butuh kejelasan.

CTA yang baik menjawab:

  • Klik buat apa?
  • Dapat apa?
  • Aman atau nggak?

CTA juga harus mudah ditemukan. Jangan disembunyikan di bawah atau warnanya nyaru dengan background.
CTA itu seperti kasir di toko. Kalau kasirnya nggak kelihatan, orang bingung mau bayar di mana.

CTA Kreasindo

6. Kecepatan Loading dan User Experience yang Buruk

Landing page yang lambat itu seperti antrian panjang tanpa kursi. Orang nggak sabar.

Kesalahan dalam landing page sering terjadi karena:

  • Gambar terlalu besar
  • Animasi berlebihan
  • Script tidak dioptimasi

Padahal audiens cuma mau satu hal: cepat dan nyaman.

User experience yang buruk bikin audiens:

  • Frustrasi
  • Keluar sebelum membaca isi
  • Tidak percaya dengan brand

Landing page harus ringan, bersih, dan fokus ke fungsi, bukan sekadar gaya.

7. Desain Visual yang Mengganggu Fokus Pengunjung

Banyak orang berpikir semakin keren desain landing page, semakin bagus hasilnya. Padahal, ini justru sering jadi kesalahan pembuatan landing page yang tidak disadari. Desain yang terlalu ramai, penuh warna mencolok, animasi berlebihan, dan font yang aneh-aneh bisa membuat audiens kehilangan fokus.

Bayangkan kamu masuk ke toko yang lampunya terlalu terang, musiknya keras, poster di mana-mana, dan etalase penuh tulisan promo. Bukannya tertarik, kamu malah pusing dan ingin cepat keluar. Kurang lebih seperti itulah efek desain landing page yang berlebihan.

Desain landing page seharusnya membantu audiens memahami pesan, bukan mengalihkan perhatian mereka. Tapi yang sering terjadi:

  • Terlalu banyak warna tanpa hierarki
  • Font berbeda-beda di setiap section
  • Animasi muncul dari mana-mana
  • Background ramai tapi teks sulit dibaca

Kesalahan dalam landing page dari sisi desain ini membuat audiens:

  • Sulit menangkap pesan utama
  • Capek membaca
  • Tidak sampai ke CTA

Desain yang baik itu seperti jalan tol yaitu lurus, jelas, dan mengarahkan. Bukan seperti pasar malam yang penuh distraksi. Landing page yang konversinya tinggi justru biasanya terlihat sederhana, bersih, dan fokus.

Ingat, tujuan desain landing page bukan untuk pamer skill desain, tapi untuk mengantar audiens ke satu aksi utama. Kalau desain malah jadi penghalang, berarti itu adalah kesalahan landing page yang perlu segera dibenahi.

CTA Kreasindo

8. Tidak Melakukan A/B Testing dan Analisis Performa Landing Page

Kesalahan pembuatan landing page yang sering terjadi selanjutnya adalah menganggap landing page sebagai “proyek sekali jadi”. Setelah online, dibiarkan begitu saja tanpa evaluasi, tanpa analisis, dan tanpa perbaikan.

Padahal, landing page itu bukan pajangan. Dia adalah alat kerja. Dan alat kerja perlu diuji apakah benar-benar berfungsi atau tidak.

Bayangkan kamu jualan di toko offline, tapi tidak pernah memperhatikan:

  • Berapa orang yang masuk?
  • Berapa yang keluar tanpa beli?
  • Produk mana yang paling sering ditanya?

Kalau kamu tidak pernah mengecek itu semua, bagaimana bisa tahu apa yang harus diperbaiki?

Hal yang sama berlaku pada landing page. Tanpa A/B testing dan analisis performa, kamu tidak akan tahu:

  • Apakah headline kamu cukup menarik
  • CTA mana yang paling sering diklik
  • Bagian mana yang bikin audiens berhenti membaca

Kesalahan dalam landing page ini sering terjadi karena:

  • Tidak paham pentingnya data
  • Merasa “sudah bagus”
  • Tidak tahu harus mulai evaluasi dari mana

Padahal, perubahan kecil seperti mengganti judul, warna tombol, atau susunan konten bisa berdampak besar ke hasil. Landing page yang performanya bagus biasanya bukan yang paling cantik, tapi yang paling sering diuji dan diperbaiki.

Kalau landing page kamu tidak pernah dievaluasi, besar kemungkinan kamu sedang mengulang kesalahan pembuatan landing page yang sama terus-menerus tanpa sadar.

Dampak Kesalahan Pembuatan Landing Page ke Bisnis Kamu

Kesalahan pembuatan landing page itu efeknya kayak kebocoran kecil di kapal. Awalnya nggak terasa, tapi lama-lama bisa tenggelam juga.

Yang paling terasa tentu konversi rendah. Traffic datang, tapi hasil nggak sebanding. Iklan jadi boros, ROI nggak kelihatan, dan ujungnya kamu merasa digital marketing “nggak works”, padahal masalahnya ada di landing page.

Selain itu, kepercayaan audiens bisa turun. Landing page yang berantakan bikin orang mikir dua kali. Mereka bisa saja tertarik produknya, tapi ragu sama profesionalitas bisnisnya.

Dari sisi iklan, kesalahan pembuatan landing page juga bisa bikin performa ads turun. Skor kualitas rendah, CPC naik, biaya makin mahal. Dan yang paling disayangkan: banyak peluang potensial terbuang sia-sia hanya karena halaman tujuan tidak siap mengonversi.

Tips Menghindari Kesalahan dalam Pembuatan Landing Page

Supaya tidak terjebak dalam kesalahan pembuatan landing page, kamu bisa mulai dari langkah-langkah berikut:

  1. Tentukan satu tujuan utama
    Jangan serakah. Satu landing page, satu tujuan. Mau WhatsApp? Fokus ke WhatsApp.

  2. Buat alur konten yang jelas
    Mulai dari masalah audiens, tawarkan solusi, jelaskan manfaat, beri bukti, lalu arahkan ke CTA.

  3. Gunakan bahasa ngobrol, bukan bahasa formal
    Anggap kamu sedang jelasin ke teman, bukan presentasi ke direksi.

  4. Pastikan mobile friendly dan cepat
    Cek tampilan di HP, bukan cuma di laptop.

  5. CTA harus jelas dan meyakinkan
    Jelaskan apa yang didapat setelah klik, bukan cuma nyuruh klik.

  6. Lakukan evaluasi dan testing sederhana
    Ganti headline, warna tombol, atau susunan konten, lalu bandingkan hasilnya.

Kalau semua ini terasa makan waktu dan bikin pusing, menggunakan jasa pembuatan landing page profesional seperti Kreasindo Digital bisa jadi pilihan paling aman agar terhindar dari kesalahan sejak awal.

Baca Juga : Jasa Pembuatan Website Profesional Terpercaya di Indonesia

Jangan Biarkan Landing Page Menghambat Bisnis Kamu

Landing page seharusnya jadi alat bantu penjualan, bukan penghambat. Tapi kenyataannya, kesalahan pembuatan landing page masih sering terjadi dan membuat audiens gagal mencapai tujuan yang diharapkan.

Dengan memahami berbagai kesalahan landing page, kamu sekarang punya gambaran apa saja yang perlu diperbaiki. Mulai dari struktur, copywriting, hingga pengalaman pengguna. Semua saling berkaitan dan berdampak langsung ke hasil bisnis.

Kalau kamu ingin landing page yang bukan cuma “jadi”, tapi benar-benar siap dipakai untuk konversi, Kreasindo Digital siap membantu.

📞 WhatsApp / Telepon: 0819-3323-2425
🌐 Website: www.kreasindodigital.com

Ingat, landing page itu bukan soal tampil keren. Tapi soal seberapa efektif dia mengubah pengunjung jadi aksi nyata.

Jasa Pembuatan Website Profesional

Banyak Landing Page Tidak Capai Tujuan (Meski Traffic Tinggi) Banyak orang sudah capek-capek pasang iklan, optimasi SEO, bahkan keluar biaya cukup besar buat datengin traffic. Tapi hasilnya nihil. Form nggak

Banyak yang Salah Kaprah soal Landing Page dan Website Di dunia digital, masih banyak orang yang menganggap landing page dan website itu sama. Bahkan, tidak sedikit pebisnis yang berpikir, “Yang

Di dunia digital marketing, banyak orang terlalu fokus ke iklan. Padahal, iklan itu sebenarnya cuma “kendaraan pengantar”. Yang benar-benar menentukan jadi atau tidaknya penjualan justru ada di halaman tujuan, yaitu

Kenapa Harga Jasa Pembuatan Landing Page Berbeda-beda? Kalau kamu pernah cari informasi soal harga jasa pembuatan landing page, pasti langsung sadar satu hal yaitu harganya beda-beda banget. Ada yang ratusan

Jasa Pembuatan Landing Page Terbaik – Kreasindo Digital Banyak pelaku bisnis mengira landing page itu sama saja dengan website biasa. Padahal, ini dua hal yang beda fungsi dan beda tujuan.

Website Profesional Bukan Lagi Pilihan, Tapi Kebutuhan Bisnis Sekarang coba jujur deh, kalau kamu mau beli produk atau pakai jasa tertentu, hal pertama yang kamu lakukan apa?Yes, cari di Google.